Thursday, August 25, 2011

Tulis!

Sudah bener-bener lama nggak nulis. Dosa besar udah membuang rahmat Tuhan yang sangat luar biasa ini begitu saja. Gimana nggak, udah bertahun-tahun lamanya aku nggak pernah melatih bakat ini lagi. Hanya bersombong, sok bisa, tapi tidak pernah "menyentuhnya" lagi.


Jangan jadi orang yang takabur, Lif! kamu harus inget siapa yang kasih bakat luar biasa ini sama kamu! Kamu tuh kecil, nggak ada apa-apanya dibanding Dia!


Katanya mau jadi Jurnalis handal. Tapi mana? Kamu cuman mimpi! Omong kosong, mimpi di siang bolong. Kalo kamu mau itu, lakuin dong! Kamu udah diberi bakat yang sesuai, asah bakatmu. Tulis, tulis, tulis! Apapun itu, tulis aja. Masalah jelek bagusnya, itu belakangan.


Teruslah nulis, Lif... karena hanya itu yang bisa kamu lakukan.

Itu kamu, itu hidupmu.


Jadi, teruslah menulis!

Sunday, April 3, 2011

Membangunkan Kembali

Judul yang tepat untuk artikel yang satu ini. Artikel ini dibuat memang untuk membangunkan lagi hobby menulis yang sempat mati suri. Entah sudah berapa lama aku tidak menjamah blog polos bint terlantar ini, satu tahun mungkin...

Bingung juga harus menulis apa. Tapi yang penting, tulis!

Saturday, February 7, 2009

Teman (Seseorang yang Lebih Berarti Dibanding Nyawa Sendiri)

Tahukah kalian kawan, berapa banyak uang atau berapa banyak harta yang pantas untuk menyamai kedudukan seorang teman di hati kita? Bahkan Einstein pun tidak mengetahui jawaban atas pertanyaan ini. Tapi kalau kalian ingin tahu jawabanku, akan kujawab sekarang: Harga seorang teman sama dengan seluruh nyawa makhluk hidup di dunia ini, karena kita tidak segan-segan untuk membunuh seseorang hanya untuk membela teman kita. Hari ini, tepatnya pada hari Sabtu, 7 Februari 2009 salah satu temanku meninggal dunia. Seisi sekolah-tempat temanku itu dan aku belajar-amat bersedih saat mendengar kabar yang memilukan ini. Temanku meninggal karena kecelakaan motor, dia kalah jauh sebelum diadakannya peperangan terbesar ke dua dalam hidupnya: Ujian Akhir Nasional unutuk tingkat SMP. Aku menyesal tidak masuk sekolah hari ini, namun teman sekelasku memberitahukan hal ini padaku. Kami berdua tertawa miris, melihat fakta yang tidak menyenangkan: Bahwa tangan-tangan Tuhan telah membuat temanku meninggal. Namun, aku tahu Tuhan sedang memperingatkan kita yang masih hidup atas ke-Esaannya. Dan dari kejadian ini pula kita mendapatkan suatu pelajaran berharga tentang kehidupan: Jangan sia-siakan hidup kita, karena umur kita hanya Tuhan yang tahu. Kumohon kawan berdo'alah kalian untuk temanku, bagi kalian yang mendoakannya aku berharap kalian semua selalau dalam naungan cahaya Tuhan Yang Maha Esa.